Apriyan Sucipto

Apriyan Sucipto
Rimba Raya

Friday, July 3, 2020

Kisah Pendekar Manja. (Bangau Menyosor Bekicot)

Cerita silat lanjutan.


Aduh! aduh Nek ampun Aku gak nakal lagi teriak Pendekar Manja. Kepalanya sampai  miring ikuti jeweran nenek gurunya.

Kenapa,sakit? Mangkanya kamu gak boleh Nakal ujar nenek guru sambil mengendurkan jeweranya ditelinga pendekar Manja.

Gak sakit koq nek, malahan enak jawab pendekar manja sambil nyengir menggoda nenek gurunya. Nenek guru melotot gemes dan mengulurkan tangannya ingin menjewer lagi.

Jangan nek,jangan jewer aku,lihat wajah nenek, pendekar manja berseru sambil menatap nenek gurunya. Ada apa dengan wajahku? Lihat mata itu,hidung itu juga bibir itu begitu indah. Saat masih muda nenek pasti cantik sekali. Walau lagi marah sekalipun nenek tetap terlihat cantik.

Murid ceriwis! Bentak nenek guru. Ayo berdiri dipojok sana dan angkat kakimu sebelah! Boleh Kau turunkan nanti saat waktu makan malam. Nenek guru terlihat marah namun ada rona merah di pipinya. Sinar matanya menatap jauh dan seperti ada yang ia kenangkan.

Ach anak ini.. mengapa sikap dan wataknya seperti dia bisik hatinya. Mata itu berkaca kaca dan sebelum menjadi bulir air mata buru buru dihapusnya. Nenek guru menoleh sejenak dan berkata " jangan kau turunkan kakimu sampai waktu yg telah aku tentukan tadi lalu nenekpun berkelebattt.

Nenek guru! Teriak pendekar manja.. maafkan aku.. Pendekar manja tampak sangat menyesal Ia tak bermaksud ingin membuat nenek guru marah atau menjadi sedih. ia hanya berkata jujur dengan apa yang ia lihat.

Tiba tiba eyank guru sudah berada dihadapan pendekar manja. Jangan khawatir muridku. Nenek gurumu tidak benar-benar marah kepadamu. Seharusnya kau berterima kasih. Nenek guru telah mewariskan jurus andalan ku yg selama ini menjadi rahasia kami berdua.

Hukuman yg nenek gurumu berikan adalah latihan dasar dari jurus yang aku beri nama Bangau Menyosor Bekicot berlatihlah dengan tekun. Dan seperti nenek guru eyang gurupun Berkelebattt..

Pendekar Manja bengong,,jurus eyank koq rada edan Semua sie gumam hatinya. Jurusnya nakal nakal Wkwkwkk

#jckyGiar

MELAWAN CITRA PEREMPUAN DALAM BUDAYA JAWA.


Tak dapat dipungkiri, budaya dan tradisi Jawa yang ditanamkan pada perempuan memuat nilai-nilai patriarki. Sebagai seorang perempuan saya benci Patriaki dalsm budaya Jawa bukan tidak mau tunduk kepada lelaki saya sangat menghormati bapak serta suami saya tetapi ini dalam kaidah yang lebih besar ruang lingkupnya secara universal, Apa itu Patriarki? Secara sederhana, patriarki adalah pandangan gender yang menganggap laki-laki lebih superior dibandingkan perempuan. Perlu diketahui, gender sangat berbeda dengan sex atau jenis kelamin.

Gender adalah konstruksi sosial yang dibangun oleh masyarakat bahwa laki-laki harus maskulin dan perempuan harus feminin. Hal ini yang mulai memunculkan anggapan bahwa laki-laki perkasa, rasional, jantan dan perkasa, sedangkan perempuan pasif, lemah lembut, dan menggunakan perasaan. Gender ini sangat berbeda dengan jenis kelamin/sex yang secara natural sudah terberi (given).

"Perempuan itu kodratnya di rumah, melayani suami dan membesarkan anak," pernyataan tersebut harus dikritisi, karena kalimat tersebut merupakan pengaruh gender yang disebabkan oleh nilai-nilai patriarki.
Hal di atas juga memengaruhi citra perempuan Jawa, yang didukung oleh budaya, tradisi, dan nilai-nilai Jawa. Perempuan Jawa dianggap memiliki sifat keibuan, lembut, dan penurut, dan mau ditata. Secara etimologi, istilah wanita berasal dari bahasa jawa, yaitu wani ditoto (berani ditata), artinya perempuan tidak memiliki kontrol atas dirinya sendiri dan harus tunduk kepada laki-laki.

Sejak kecil perempuan Jawa diajarkan untuk menjadi penurut, pandai mengerjakan pekerjaan domestik (mencuci, menyapu, memasak, dll), tidak boleh keluar malam, dan harus menjaga sopan santun. Pada umumnya, anak perempuan Jawa yang diminta untuk menyapu pasti pernah di-guyoni oleh orang tua dengan mitos, "nyapunya yang bersih ya, kalau tidak bersih nanti dapet suami yang brewokan".
Jadi kalau anak laki-laki yang menyapu akan dapat istri yang brewokan? Nggak mungkin kan? Mitos tersebut memang hanya ditujukan untuk anak perempuan, yang dianggap menyapu adalah kewajibannya. Citra perempuan Jawa yang penuh kasih, lembut, dan penurut membuat perempuan dikontrol oleh aturan-aturan. Jika perempuan Jawa bertingkah sebaliknya akan mendapatkan komentar saru yang artinya tidak pantas, atau kelakuan yang memalukan.

Terdapat 4 (empat) nilai yang dipegang oleh perempuan Jawa.
Pertama, Setya, di mana perempuan harus setia kepada suaminya bagaimanapun kondisinya.

Kedua, Bekti, melalui tradisi upacara Mijiki, istri diminta untuk membasuh dan mengelap sebagai simbol kalau perempuan akan senantiasa berbakti dalam berumah tangga atau ungkapan Jawanya bakti mring kankung.

Ketiga, Mituhu, perempuan diminta untuk memerhatikan dan meyakini didikan suaminya, serta menuruti perintah suami.

keempat, Mitayani, perempuan Jawa harus dapat dipercaya. Dengan contoh, suami dapat berangkat bekerja dengan tenang untuk meninggalkan istri di rumah.

Mungkin sebagian dari kita beranggapan bahwa nilai-nilai di atas adalah hal yang wajar atau bahkan sepatutnya memang seperti itu. Namun, jika dikritisi, apakah hanya perempuan yang harus menerapkan dan menjalankan setya, bekti, mituhu, dan mitayani? Sedangkan laki-laki tidak harus melakukan hal itu?
Hegemoni nilai-nilai Jawa, membuat perempuan berada di posisi yang tidak menguntungkan. Mereka dituntut untuk setia, berbakti, menurut, dan dapat dipercaya, sedangkan laki-laki tidak dituntut apapun.
Raja-Raja Jawa (kecuali Sultan Hamengkubowono X) terbiasa untuk melakukan poligami. Memiliki istri lebih dari satu dianggap sebagai bentuk kekuasaan raja, tidak hanya secara seksual tetapi juga secara politik. Mengutip Prapto Yuwomo, Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB UI), seks bagi raja-raja Jawa bisa dianggap sebagai klangen, atau pengalaman bercinta yang bagai seni. Perempuan menjadi objek analisa penikmatan seksual. Menyedihkan bukan?

Apalagi kalau udah nurut masih diselingkuhi itu sangat menyedikan sekali.

Preman - Ikang Fauzi


Pak cipak pak preman preman... ohhoo.
Pak cipak pak metropolitan...
Pak cipak pak preman preman... ohhoo.
Pak cik pak pak metropolitan...
Dari lorong-lorong yang sempit
Dalam kehidupan malam s'lalu siaga
Setiap saat selalu sigap terjang bahaya... Siapapun dihadapinya...
Sini preman, sana preman sedang beraksi
Wajah dingin dan seram siap menerkam
Jangan kau coba kawan cari perkara.
Sejurus berarti petaka aaaaa.oww.
Pak cipak pak preman preman.owhoo...
Pak cipak pak metropolitan...
Pak cipak pak preman preman.owhoo.
Pak cipak pak metropolitan
Di zaman resesi dunia pekerjaan sangat sukar Juga pendidikan.
Di sudut-sudut jalanan banyak pengangguran Jadi preman 'tuk cari makan...
Di balik wajah yang seram...
Tersimpan damba kedamaian...
Di balik hidup urakan... yeaa.
Mendambakan kebahagiaan... ohh.
Bahagia ...
Bahagia ...
Bahagia ...
Instrumen solo
Di zaman resesi dunia pekerjaan sangat sukar
Juga pendidikan...
Di sudut-sudut jalanan banyak pengangguran
Jadi preman 'tuk cari makan...
Di balik wajah yang seram...
Tersimpan damba kedamaian...
Di balik hidup urakan... yeaa...
Mendambakan kebahagiaan... yea...
Bahagia...
Bahagia...
Bahagia...
Pak cipak pak preman preman.ohhoo
Pak cipak pak metropolitan
Pak cipak pak preman preman.ohhoo
Pak cipak pak metropolitan heoo.
Pak cipak pak preman preman... ohhoo
Pak cipak pak metropolitan
Pak cipak pak preman preman.ohhoo.
Pak cipak pak metropolitan... heoo.
Pak cipak pak preman preman.ohhoo
Pak cipak pak metropolitan
Pak cipak pak preman preman... ohhoo
Pak cipak pak metropolitan heo. heo
Pak cipak pak preman preman... ohhoo
Pak cipak pak metropolitan
Pak cipak pak preman preman.ohhoo.
Pak cipak pak metropolitan.heo.heo.
Pak cipak cipak cipak cipak...
Sumber: Musixmatch

Thursday, July 2, 2020

Kapitalis


Kaum kapitalis yang punya pabrik-pabrik, toko-toko, bank-bank, dll.kaum kapitalis yang rukun berusaha (dagang) bersama-sama, ini kaum didalam masa perang sudah punya kuasa sebab rukun dan rukunnya diperbuat guna bersama-sama menaikkan harga keperluan kita. Mereka berkuasa bikin menaikkan harga karena mereka yang punya pabrik dan gudamg-gudang barang.

Kaum kapitalis pabrik gula di Hindia mengetahui bahwa karena perang, tanah Eropa tidak ada saat dan tempo membikin gula, maka kaum pabrik gula di Hindia terus menyewa tanah kita guna menumpuk gula, dengan melupakan makanan kita. Sawah (tanah) yang mengeluarkan padi ditanami tebu karena pabrik gula mau cari miliun-miliun keuntungan. Akhirnya Hindia kurang beras sehingga harga bekal makanan naik sampai kelewat batas, sebaliknya kaum kapitalis gula ini, seumpanya panen saja akan dapat untung.

Kaum kapitalis sebab rukun, sebab pintar sebab berkuasa menumpuk kekayaan dunia, sedang kita kaum buruh, kaum rakyat, diperasnya dan kekayaan kita semua sudah dicuri dengan menaikkan harga itu oleh maling-maling kaum kapitalis.

Semaoen
Sumber: Penuntun Pergerakan, Kendi

Sejarah Ngopi di Nusantara



Kalau zaman kiwari ngopi adalah gaya hidup, ingatlah bahwa sejarah kopi di Nusantara sudah sangat panjang dan di era kolonial-lah kopi mulai ditanam secara masif.

Salah satu sentra kopi kala itu adalah di Priangan dan masyarayat pribumi-lah yang dikaryakan untuk menanam dan mengolah kopi kala itu.

Sumber foto : Tropenmuseum, 1864.

Dibunuh Karena Benar


Munir Said Thalib adalah seorang aktivis HAM Indonesia keturunan Arab-Indonesia. Jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial. Saat menjabat Dewan Kontras, namanya melambung sebagai seorang pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik pada masa itu. 

Lahir: 8 Desember 1965, Malang
Dibunuh: 7 September 2004, Romania
Pasangan: Suciwati (m. 1996–2004)
Saudara kandung: Anisa Said Thalib, Jamal Said Thalib, Mufid Said Thalib, Salim Said Thalib, lainnya
Anak: Soeltan Alif Allende, Diva Suukyi Larasathi

Buku: Gerakan perlawanan buruh: gagasan politik dan pengalaman pemberdayaan buruh pra reformasi, lainnya

Misteri Kitab Tak berjudul Milik Hyang Guru

Cerita Silat, Lanjutan

Eyank Guru..! Buku kitab Mu terjatuh.. Eyank! Namun Eyank Guru telah Berkelabatt berlalu.. Buku Kitab apakah ini? Hati  Pendekar Manja bertanya tanya..

Rasa Penasaran dihati Pendekar Manja tetap membuatnya tidak  berani untuk membuka kitab tersebut tanpa seizin pemilik Nya..

Lalu Ia meletakkan Kitab tersebut diatas bekas tunggul Kayu tebangan yg berbentuk sebuah Meja.. Kemudian Iya melanjutkan latihan jurus kodok kawin yg baru saja diajarkan Gurunya..

Udah jongkok,udah lompat lompat juga udah Nemplok sana sini masih aja pikirannya tertuju pada kitab Gurunya yg terjatuh.. Mungkin kah itu kitab ilmu Rahasia Gurunya? Tapi mengapa tak Berjudul? Gumam hatinya.. hmzz..

Tiba tiba Angin bertiup kencang dan seolah olah Angin ingin menolong rasa penasaran Pendekar Qta.. Angin itu berhembus dan meniup lembaran Kitab hingga terbuka dan tampak berisikan tulisan tulisan..

Pendekar Manja melirik tulisan tulisan kecil di kitab tersebut.. ternyata bukan kitab Ilmu silat. Akan tetapi berisi catatan kecil Eyank Gurunya. Semacam Diary lah klo zaman Now Wkwkwk..

Yg menarik dikitab itu bertuliskan tentang perselingkuhan.. Deg deg kan Pendekar qta,, tapi Tetep mencuri baca.. Selingkuh adalah pertemuan antara ulat bulu betina dan ulat bulu jantan yg sama sama gatel..jadi jangan pernah salahkan kumbang hitam yg terluka.. ha-ha-ha.

Wadoh Nenek Guru pernah selingkuh seperti Nya.. Jurus Kodok kurang efisien donk ha-ha.. Gak mau lompat lompat lagi ach Berkelebattt..

#jackygiar

KEBIJAKAN PIMPINAN DAERAH MEMBANGUN KABUPATEN KONSERVASI

Komitmen politik pemerintah daerah untuk membangun Kabupaten Lampung Barat berdasarkan prinsip-prinsip konservasi tampak pada visi dan misi ...